ini adalah sepenggal cerita dari kunjungan saya ke SDN Bubutan 6. Tidak banyak
yang bisa saya tulis disini, karena begitu singkatnya kunjungan kami ke sekolah
ini. Setelah pertemuan dengan bapak kepala dinas pendidikan kota surabaya,
acara selanjutnya kunjungan ke perpustakaan kota surabaya. Saya berpikir,
perpustakaan ini adalah induknya. Rupanya masih ada satu lagi perpustakaan
induk yang ada di rungkut. Setelah acara ramah tamah dengan kepala
perpustakaannya, yaitu bu arini, tim kami di bagi menjadi 3 kelompok, kelompok
satu akan melakukan kunjungan ke SMAN 5 Surabaya, yang menurut cerita kawan2,
adalah sebuah sekolah yg masih mempertahankan gedung sekolahnya pada zaman
dulu. Sekolah ini menghasilkan orang-orang top yang ada di negeri ini, salah
satunya adalah bung Soekarno, bapak proklamator kita.
Kelompok
kedua yang notabanenya adalah guru SMP akan berkunjung ke SMPN 53 Surabaya.
Sedangkan kelompok ketiga yang terdiri dari, saya, pak Nanda Saputra, pak Anwar,
pak kepsek Munawir, pak pengawas UPTD, Burhanuddin, bu Nurwanidah, pak Kabid
dikdas, akan berkunjung ke salah satu SD yang sudah menerapkan literasi di
sekolahnya dan berhasil. Karena berhubung sekolah SMP dan SD yang akan kami
kunjungi itu satu rute, kami disatukan dalam satu bis yang disediakan oleh
perpustakaan. Tapi ada satu insiden yang menyebabkan kami disatukan kembali dan
kami harus berangkat menggunakan mobil sejenis avanza,.pak sopir menabrak salah
satu tiang, sehingga bis tersebut tidak dapat digunakan lagi. Akhirnya kami
berangkat dengan dua mobil, yang pertama yang akan kami kunjungi adalah salah
satu sekolah SD, yaitu SDN Bubutan 6 Surabaya.kami disambut oleh duta-duta
literasi sekolah dasar yang telah menunggu kami dari pagi. Mereka menggunakan
slempang yang persis kayak Miss Word. Atau pemilihan putri Indonesia.
Pertemuannya di halaman sekolah. Yang menarik disini, sekolah ini binaan perpustakaan
kota, yang pustakawannya memantau segala aktifitas di sekolah ini. Setelah
acara salam-salaman. Dilanjutkan dengan acara ramah tamah. Selanjutnya
dilanjutkan dengan kegiatan perkenalan dari dari duta2 literasi ini, yang
perempuan menggunakan bahasa Inggris dan yang lelaki menggunakan bahasa
Indonesia dalam perkenalan tersebut. Sambil kami menyaksikannya, kami disuguhi
minuman yang dibuat oleh siswa2. Yang mereka dapat dari membaca buku dan
mempraktekkannya. Yaitu minuman segar yang dibuat dari buah belimbing weles.
Ditambah dengan kue lemper ayam. Segeeeeerr.
Kemudian
dilanjutkan dengan penampilan siswa kelas 2, yang telah membaca sebuah buku.
Dan menceritakan kembali isi buku tersebut di depan kami. Terpana....itulah
yang dapat saya lakukan...siswa kelas 2 SD bisa melakukannya. Dia bisa
mengingat apa saja yang telah dia baca dan meringkasnya dengan bahasanya
sendiri. Acara ramah tamahpun selesai. Selanjutnya kami dipersilahkan melihat
perpustakaan yang mereka miliki. Woowww.....keren. melihat perpustakaan yang
mereka miliki membuat kita betah duduk berlama-lama disana. Buku disusun
bedasarkan urutannya. Rak-raknya tersusun dengan rapi dan asri. Cara
peminjamannya menggunakan IT. Sehingga buku yang masuk dan yang dipinjamkan
oleh siswa akan terpantau dengan akurat. Oh..ya, selama acara suvervisi ini
kami ditemani oleh duta-duta literasi cilik ini. Mereka menjawab semua
pertanyaan yang kami ajukan. Salah satu dari duta tersebut mengajak saya untuk
melihat kelasnya. Mereka dengan bangganya menceritakan apa yang telah mereka
lakukan dengan kelas mereka. Disudut kelas terdapat sejumlah buku yang disusun
diatas meja denga rapi. Saya bergegas kesana. Dan melihat buku apa saja yg ada
disana. Saya mulai dengan pertanyaan, dari mana mereka memperoleh buku
tersebut. Mulailah duta literasi menceritakannya, bahwa buku-buku tersebut
berasal dari sumbangan mereka dan orangtua mereka. Mereka membeli buku, setelah
selesai membaca mereka menyumbangkan ke kelas mereka sendiri. Begitupun dengan
siswa yang lain, juga melakukan hal yang sama. Setelah mereka selesai membaca
buku-buku yang lainnya, mereka bertukar buku dengan kelas yang lain. Orangtua
siswa juga menyumbang hal yang sama. Pada saat-saat tertentu sekolah mengundang
para alumni-alumni dan meminta kepada mereka untuk menyumbang buku-buku yang
mereka punya di rumah. Dan juga mengundang orangtua siswa yang punya keahlian
khusus, misalnya dokter, tentara, guru dan banyak profesi lainya. Untuk berbagi
pengalaman dengan siswa-siswa. Sehingga akan menimbulkan motivasi mereka. Tidak
lama kami berada berada disana karena kami harus ke SMP terdekat. Saking
terburu-burunya, pak kabid kami tertinggal di sana. Dan harus diantar oleh
salah satu guru ke SMP yang kami kunjungi. Menurut cerita pak kabid, alasan dia
sampai tertinggal. Banyak dari duta-duta literasi cilik ini yang ingin
memperlihatkan kelas mereka. Sehingga pak Kabid tidak tega untuk tidak memenuhi
ajakan dari duta-duta yang penuh semangat ini.
Inilah sepenggal kisah
yang kami dapat rangkum dari perjalanan kami ke SDN Bubutan 6, Surabaya
mantap,,,,,,,,,,
BalasHapusterimakasih pak, tulisan bapak malah keren2 lagi
Hapusreportasi yang menginspirasi bu nur. semoga blognya hidup terus dengan tulisan-tulisan bermanfaat...bendahara IGI atim ini ternyata piawai juga bikin artikel di blog
BalasHapusterimakasih be,ini semua berkat saya gabung di IGI, saya orangnya kurang percaya diri, takut salah...jadinya banyak yang dihapus-hapus tulisannya,,,
Hapus