Jumat, 01 Mei 2015

Dibalik Sejarah Hari Pendidikan Nasional

















Hari Pendidikan Nasional selalu jatuh setiap tanggal 2 Mei tiap tahunnya. Namun apakah Anda tahu sejarahnya mengapa tanggal ini dipilih ?
Tanggal 2 Mei sejatinya adalah hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara , beliaulah yang dianggap sebagai pahlawan yang memajukan pendidikan di Indonesia,berkat jasa beliau Perguruan Taman Siswa berdiri,suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.
Ki Hadjar Dewantara juga suka menulis , banyak tulisannya yang sangat tajam terutama menyindir Belanda , salah satunya adalah Als Ik Eens nederlander Was ( Seandainya Aku Seorang Belanda ) yang salah satu petikannya adalah sebagai
Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Pikiran untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghina mereka dan sekarang kita garuk pula kantongnya.
Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu! “Kalau aku seorang Belanda” Apa yang menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku terutama ialah kenyataan bahwa bangsa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu pekerjaan yang ia sendiri tidak ada kepentingannya sedikitpun
“.
sepenggal kisah untuk mengingat kembali sejarah lahir suatu lembaga pendidikan di Indonesia

Sabtu, 25 April 2015

SEMINAR PENDIDIKAN SM3T
















Seminar sehari yang diadakan  oleh guru SM3T bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Aceh Timur. berlangsung meriah. Acaranya dibuka oleh bapak Ka UPT Simpang Ulim, pak M. Jamil,S.Pd.Ind. dilanjutkan oleh pemateri yang yang pertama yaitu bapak Kabid Dikdas Aceh Timur. pak Agussalim,M.Pd. beliau memaparkan betapa pentingnya PTK sebagaitator  salah satu syarat kenaikan pangkat dimulai dari golongan 3b ke 3c. profesionlisme guru bukan ditentukan oleh lamanya masa kerja tapi mau tidaknya guru melakukan penelitian untuk mengubah paradigma mengajar ke arah yang lebih baik. kedisipinan seorang guru. kemana tunjangan profesi digunakan, itulah beberapa poin penting yang disampaikan oleh beliau.
acara selanjutnya dipaparkan oleh pemateri yang kedua yaitu bapak Abdul Rani,S.Pd.M.Pd. beliau adalah ketua fasilitator daerah kabupaten Aceh Utara. dan juga sebagai kepala sekolah SDN 11 Tanah Jambo Aye. sekaligus rekan kerja saya di Universitas Terbuka, Pokjar Pantonlabu, kami sama-sama tutor untuk mata kuliah yang berbeda.
sesuai dengan materi hari ini yaitu, meningkatkan profesionalisme guru melalui Penelitian Tindakan Kelas, saya rasa ini bukan barang baru buat guru, tapi membiasakan guru untuk mulai menulis itu yang agak sulit, ujung-ujungnya pasti nanya berapa harga untuk satu buah PTK.
pemaparan PTK dimulai dengan menjelaskan bagaimana membuat sebuah judul yang baik sampai dengan menarik sebuah kesimpulan.
acara terakhir yaitu penyerahan plakat yang diserahkan oleh ketua SM3T kepada pemateri. sesi terakhir saya mencoba memberitahukan kepada peserta bahwa kita di Aceh Timur  punya suatu liputan yang akan menampung semua tulisan guru...nama junalnya "LIPAT'
mulailah menulis, kalau tidak sekarang kapan lagi, jangan hanya mencari jalan pintas, jangan menjadikan kenaikan pangkat palsu itu sebuah kebanggaan bagi kita seorang guru, BRAVO GURU ACEH TIMUR, SAATNYA KITA MELAKUKAN PERUBAHAN...

Kamis, 26 Maret 2015

SEMANGAT GURU BLOGGER

Pada acara menyambut ulang tahun IGI yang ke 1, Ikatan Guru Indonesia (IGI) Aceh Timur mengadakan acara pelatihan Guru Blogger dan publikasi artikel. pendaftarannya gratis, syaratnya cuman punya kartu IGI atau punya salah satu sertifikat IGI yang pernah diikuti. acaranya dilaksanakan pada tanggal 23 sampai dengan 26 Maret 2015. tempat kegiatannya ada beberapa titik yang telah ditentukan, yaitu SMAN UNGGUL, SMAN TAMAN FAJAR, SMAN 1 NURUSSALAM, SMAN DARUL AMAN, DAN SMPN 1 PANTE BIDARI.
Hari pertama saya selaku koordinator acara berada di SMPN 1 Pante Bidari, pesertanya memang tidak banyak, hanya sekitar 20 an. tapi semangatnya luar biasa, itu bisa dilihat dari yang hadir pada hari pertama didominasi oleh kaum ibu-ibu. Mereka antusias mengikuti bimbingan yang dipandu oleh salah satu nara sumber yang masih muda, pak Nanda Saputra. dibantu oleh pak Munawir, pak Anwar dan pak Aiyub yang masih malu-malu untuk bergabung dengan IGI. Pesertanya ada yang masih belajar laptop, tapi beliau sangat semangat sekali mau belajar membuat blogger, alasannya idenya sudah banyak dikepalanya, mau dibagikan ke rekan-rekan yang lain. pesertanya dianjurkan untuk membawa laptop sendiri dan modem sendiri. biar memudahkan dalam kerjanya.
Acara dibuka oleh pak Nanda selaku nara sumber. peserta dipandu membuat gmail. baru dilanjutkan dengan membuat blogger. disinilah yang agak membuat kerepotan para nara sumber, jaringan internetnya sangat lambat. konek internetnya sangat bermasalah.  sehingga harus menunggu lama dalam lodingnya.ada juga peserta yang membawa modem. pas dibuka blogger suaminya yang terbuka. tidak terasa waktunya sudah menunjukkan jam 5 sore. saatnya untuk menutup sesion di hari pertama dan akan dilanjutkan pada esok hari, di jam yang sama dan waktu yang lebih cepat dari hari ini..okey, besok saya sambung lagi tulisan saya....!!!!

GIMANA SIH MENULIS YANG BAIK?

mungkin sebagian orang menulis itu gampang-gampang saja. ada ide dikepala, ambil laptop, semua idenya tertuang dilayar.dalam hitungan menit satu tulisannya sudah siap...plong...segitu mudahnya. tapi bagi sebagian orang yang lain, memulainya itu sangat sulit, idenya ada,,tapi saat merangkaikan satu kata demi kata untuk menjadi satu kalimat itu yang membikin sulit, kalau mau pakai bahasa pesbuker sih lumayan. tinggal pakek saja bahasa-bahasa gaul beres deh....(ini kan pakek bahasa EYD)
pernah satu kali saya ditanya sama kawan saya, 
kawan Saya : "pelatihan apa bu"
Saya             : " pelatihan menulis"
Kawan Saya : "Untuk anak SD ya?"
Saya              : "Untuk Guru-guru pak"
Kawan saya : " Emang guru belum bisa menulis? kalau saya sudah belajar dari SD"
Saya             : " yang benar?" 
Kawan Saya : " benar, emang buk nur enggak diajarin nulis sama gurunya?"
saya pertama-tama bingung juga, maksudnya apa sih? rupanya dia cuman bercanda saja. maksudnya kita sudah diajarkan menulis dan membaca dari Sekolah dasar (Ada-ada saja).....itu sih gampang...
nah...giliran sudah didepan laptop, idenya sudah ada, tapi hilang semuanya. Bleng jadinya...
kata Babe Nurdin, tulis saja, jangan dihapus-hapus, ini nulis 3 kata, 2 kata dihapus, kapan siapnya. 
buat seorang babe Nurdin,menulis itu sudah kebutuhan dia, bukan lagi sebagai kewajiban. bagi kita???
pada perlombaan FL2SN yang akan segera diperlombakan, salah satu yang diperlombaka adalah lomba mengarang untuk tingkat siswa Sekolah dasar. saya selaku wali kelas dituntut untuk mengajarkan anak didik saya untuk mulai melatih siswa saya. saya meminta siswa untuk menulis tentang sekolahnya. saya beri waktu 2 jam pelajaran. sampai jam pelajaran usai, saya lihat hanya beberapa kalimat saja yang mereka tulis, itupun banyak coretan yang telah dihapus oleh siswa. akhirnya saya sharing sama siswa saya, kata mereka, mereka tidak tahu mau memulai dari mana. rupanya begitu susahnya merangkai ide-ide kita untuk menjadi sebuah tulisan. rupanya kasus yang dialami oleh siswa saya, sama seperti yang mungkin dirasakan oleh penulis pemula yang baru belajar menulis. termasuk saya, tidak tau mulai dari mana???
inilah coretan saya untuk mengoptimalkan kebiasaan menulis  saya. sudah kehabisan ide!!!

Rabu, 25 Maret 2015

DUTA-DUTA CILIK LITERASI DARI BUBUTAN

ini adalah sepenggal cerita dari kunjungan saya ke SDN Bubutan 6. Tidak banyak yang bisa saya tulis disini, karena begitu singkatnya kunjungan kami ke sekolah ini. Setelah pertemuan dengan bapak kepala dinas pendidikan kota surabaya, acara selanjutnya kunjungan ke perpustakaan kota surabaya. Saya berpikir, perpustakaan ini adalah induknya. Rupanya masih ada satu lagi perpustakaan induk yang ada di rungkut. Setelah acara ramah tamah dengan kepala perpustakaannya, yaitu bu arini, tim kami di bagi menjadi 3 kelompok, kelompok satu akan melakukan kunjungan ke SMAN 5 Surabaya, yang menurut cerita kawan2, adalah sebuah sekolah yg masih mempertahankan gedung sekolahnya pada zaman dulu. Sekolah ini menghasilkan orang-orang top yang ada di negeri ini, salah satunya adalah bung Soekarno, bapak proklamator kita.
Kelompok kedua yang notabanenya adalah guru SMP akan berkunjung ke SMPN 53 Surabaya. Sedangkan kelompok ketiga yang terdiri dari, saya, pak Nanda Saputra, pak Anwar, pak kepsek Munawir, pak pengawas UPTD, Burhanuddin, bu Nurwanidah, pak Kabid dikdas, akan berkunjung ke salah satu SD yang sudah menerapkan literasi di sekolahnya dan berhasil. Karena berhubung sekolah SMP dan SD yang akan kami kunjungi itu satu rute, kami disatukan dalam satu bis yang disediakan oleh perpustakaan. Tapi ada satu insiden yang menyebabkan kami disatukan kembali dan kami harus berangkat menggunakan mobil sejenis avanza,.pak sopir menabrak salah satu tiang, sehingga bis tersebut tidak dapat digunakan lagi. Akhirnya kami berangkat dengan dua mobil, yang pertama yang akan kami kunjungi adalah salah satu sekolah SD, yaitu SDN Bubutan 6 Surabaya.kami disambut oleh duta-duta literasi sekolah dasar yang telah menunggu kami dari pagi. Mereka menggunakan slempang yang persis kayak Miss Word. Atau pemilihan putri Indonesia. Pertemuannya di halaman sekolah. Yang menarik disini, sekolah ini binaan perpustakaan kota, yang pustakawannya memantau segala aktifitas di sekolah ini. Setelah acara salam-salaman. Dilanjutkan dengan acara ramah tamah. Selanjutnya dilanjutkan dengan kegiatan perkenalan dari dari duta2 literasi ini, yang perempuan menggunakan bahasa Inggris dan yang lelaki menggunakan bahasa Indonesia dalam perkenalan tersebut. Sambil kami menyaksikannya, kami disuguhi minuman yang dibuat oleh siswa2. Yang mereka dapat dari membaca buku dan mempraktekkannya. Yaitu minuman segar yang dibuat dari buah belimbing weles. Ditambah dengan kue lemper ayam. Segeeeeerr.
Kemudian dilanjutkan dengan penampilan siswa kelas 2, yang telah membaca sebuah buku. Dan menceritakan kembali isi buku tersebut di depan kami. Terpana....itulah yang dapat saya lakukan...siswa kelas 2 SD bisa melakukannya. Dia bisa mengingat apa saja yang telah dia baca dan meringkasnya dengan bahasanya sendiri. Acara ramah tamahpun selesai. Selanjutnya kami dipersilahkan melihat perpustakaan yang mereka miliki. Woowww.....keren. melihat perpustakaan yang mereka miliki membuat kita betah duduk berlama-lama disana. Buku disusun bedasarkan urutannya. Rak-raknya tersusun dengan rapi dan asri. Cara peminjamannya menggunakan IT. Sehingga buku yang masuk dan yang dipinjamkan oleh siswa akan terpantau dengan akurat. Oh..ya, selama acara suvervisi ini kami ditemani oleh duta-duta literasi cilik ini. Mereka menjawab semua pertanyaan yang kami ajukan. Salah satu dari duta tersebut mengajak saya untuk melihat kelasnya. Mereka dengan bangganya menceritakan apa yang telah mereka lakukan dengan kelas mereka. Disudut kelas terdapat sejumlah buku yang disusun diatas meja denga rapi. Saya bergegas kesana. Dan melihat buku apa saja yg ada disana. Saya mulai dengan pertanyaan, dari mana mereka memperoleh buku tersebut. Mulailah duta literasi menceritakannya, bahwa buku-buku tersebut berasal dari sumbangan mereka dan orangtua mereka. Mereka membeli buku, setelah selesai membaca mereka menyumbangkan ke kelas mereka sendiri. Begitupun dengan siswa yang lain, juga melakukan hal yang sama. Setelah mereka selesai membaca buku-buku yang lainnya, mereka bertukar buku dengan kelas yang lain. Orangtua siswa juga menyumbang hal yang sama. Pada saat-saat tertentu sekolah mengundang para alumni-alumni dan meminta kepada mereka untuk menyumbang buku-buku yang mereka punya di rumah. Dan juga mengundang orangtua siswa yang punya keahlian khusus, misalnya dokter, tentara, guru dan banyak profesi lainya. Untuk berbagi pengalaman dengan siswa-siswa. Sehingga akan menimbulkan motivasi mereka. Tidak lama kami berada berada disana karena kami harus ke SMP terdekat. Saking terburu-burunya, pak kabid kami tertinggal di sana. Dan harus diantar oleh salah satu guru ke SMP yang kami kunjungi. Menurut cerita pak kabid, alasan dia sampai tertinggal. Banyak dari duta-duta literasi cilik ini yang ingin memperlihatkan kelas mereka. Sehingga pak Kabid tidak tega untuk tidak memenuhi ajakan dari duta-duta yang penuh semangat ini.
Inilah sepenggal kisah yang kami dapat rangkum dari perjalanan kami ke SDN Bubutan 6, Surabaya